BPK, CPL, BPA... Model pembayaran apa yang paling banyak digunakan dalam periklanan online?

cpc cpl cpa what are the payment models in online advertising most used

Periklanan online telah berkembang pesat sejak awal munculnya iklan banner. Di era digital ini, pemasar memiliki segudang alat dan platform canggih yang dapat mereka gunakan. Namun, agar kampanye periklanan apa pun menjadi efektif, memilih model pembayaran yang tepat sangatlah penting. Blog ini akan mempelajari model pembayaran yang paling umum digunakan dalam periklanan online, membantu Anda memilih yang tepat untuk tujuan bisnis Anda.

1. Biaya Per Klik (BPK)

Apa itu?

Dalam model BPK, pengiklan membayar setiap kali pengguna mengklik iklannya. Ini adalah salah satu model pembayaran paling umum untuk pemasaran mesin pencari dan beberapa platform media sosial.

Kelebihan:

  • Sangat terukur
  • Bagus untuk mengarahkan lalu lintas bertarget
  • Ideal untuk kampanye perolehan prospek

Kontra:

  • Bisa mahal
  • Tidak ada jaminan konversi
  • Risiko penipuan klik

2. Biaya Per Seribu (BPS)

Apa itu?

CPM adalah singkatan dari “Cost Per Mille” atau biaya per seribu tayangan. Pengiklan membayar biaya tetap untuk setiap 1.000 kali iklan mereka ditampilkan, terlepas dari interaksi atau klik.

Kelebihan:

  • Bagus untuk kesadaran merek
  • Ramah anggaran
  • Sederhana untuk dipahami dan diukur

Kontra:

  • Tidak ada jaminan keterlibatan atau konversi
  • Sulit untuk melacak ROI secara langsung

3. Biaya Per Tindakan (BPA)

Apa itu?

CPA adalah model di mana pengiklan membayar untuk tindakan tertentu—seperti penjualan, prospek, atau pengiriman formulir—yang ditautkan ke iklan.

Kelebihan:

  • Sangat fokus pada hasil
  • Risiko finansial yang lebih rendah
  • Lebih mudah untuk mengukur ROI

Kontra:

  • Biasanya lebih mahal per tindakan
  • Memerlukan penyiapan pelacakan dan atribusi
  • Tidak ideal untuk kesadaran merek

4. Biaya Per Tampilan (CPV)

Apa itu?

CPV sering digunakan untuk iklan video. Pengiklan membayar bila video ditonton dalam jangka waktu tertentu, biasanya 30 detik atau lebih.

Kelebihan:

  • Bagus untuk mendongeng merek
  • Keterlibatan tinggi
  • Bagus untuk membangun kesadaran merek

Kontra:

  • Sulit untuk langsung menautkan ke konversi
  • Mungkin memerlukan konten berkualitas lebih tinggi
  • Bisa mahal

5. Biaya Per Keterlibatan (CPE)

Apa itu?

Dalam model ini, pengiklan membayar ketika pengguna secara aktif terlibat dengan sebuah iklan, misalnya dengan mengarahkan kursor ke iklan tersebut untuk memperluas kontennya atau menyelesaikan permainan dalam iklan.

Kelebihan:

  • Sangat interaktif
  • Pengalaman pengguna yang lebih baik
  • Tindakan yang lebih memenuhi syarat dibandingkan dengan satu klik

Kontra:

  • Lebih rumit untuk diatur dan diukur
  • Keterlibatan tidak menjamin konversi
  • Mungkin memerlukan lebih banyak sumber daya kreatif

6. Pemasaran Afiliasi

Apa itu?

Di sini, pengiklan membayar komisi ke situs web eksternal (afiliasi) untuk lalu lintas atau penjualan yang dihasilkan dari rujukan afiliasi.

Kelebihan:

  • Berbasis kinerja
  • Resiko rendah
  • Memperluas jangkauan

Kontra:

  • Mengandalkan pelacakan pihak ketiga
  • Margin keuntungan berpotensi lebih rendah
  • Kompleksitas dalam mengelola banyak afiliasi

Kesimpulan

Lanskap periklanan digital beragam dan terus berkembang, menawarkan berbagai model pembayaran untuk disesuaikan dengan tujuan kampanye yang berbeda. Baik sasaran Anda adalah kesadaran merek, perolehan prospek, atau penjualan langsung, memahami model ini dapat membantu Anda mengoptimalkan anggaran dan strategi secara efektif. Pilih dengan bijak, ukur dengan cermat, dan ulangi sesering mungkin untuk memaksimalkan ROI iklan Anda.



request full demo