Pelajari cara mengucapkan selamat tinggal kepada pelanggan Anda

learn to fire your subscribers

Berhenti berlangganan buletin seharusnya tidak terasa seperti menjelajahi labirin. Meskipun sebagian besar bisnis menginvestasikan banyak waktu dan upaya untuk membuat proses berlangganan lancar dan menarik, sisi lain dari spektrum tersebut—proses berhenti berlangganan—sering kali diabaikan. Proses berhenti berlangganan yang rumit tidak hanya mengganggu pengguna, tetapi juga dapat merusak reputasi merek Anda dan bahkan tidak mematuhi peraturan seperti CAN-SPAM Act atau GDPR.

Berikut adalah beberapa praktik terbaik untuk meningkatkan proses berhenti berlangganan buletin Anda:

1. Jadikan Link Berhenti Berlangganan Mudah Ditemukan

Tautan berhenti berlangganan di buletin Anda harus ditampilkan dengan jelas. Jangan menyembunyikannya di tumpukan tautan lain, atau membuat teks terlalu kecil sehingga sulit ditemukan. Pengguna akan dapat menemukannya dalam hitungan detik setelah memutuskan untuk berhenti berlangganan.

2. Berhenti Berlangganan Sekali Klik

Menawarkan fitur berhenti berlangganan sekali klik ramah pengguna dan terhormat. Satu klik akan menghapus pelanggan sepenuhnya dari milis Anda atau mengarahkan mereka ke halaman konfirmasi yang hanya memerlukan satu tindakan lagi.

3. Tidak Perlu Masuk

Meminta pengguna untuk masuk ke akun yang mungkin sudah mereka lupakan akan menambah hambatan yang tidak perlu pada proses tersebut. Pengguna Anda tidak perlu mengingat nama pengguna dan kata sandi mereka untuk berhenti menerima email dari Anda.

4. Penghapusan Segera

Setelah pengguna memilih untuk berhenti berlangganan, segera hapus mereka dari milis Anda atau secepat mungkin. Membuat mereka menunggu atau mengirimi mereka email tambahan sementara itu bisa dianggap tidak sopan.

5. Tawarkan Alternatif, Tapi Jangan Menjadikannya Wajib

Beberapa pengguna mungkin masih tertarik dengan merek Anda, tetapi frekuensi email Anda mungkin terlalu banyak. Menawarkan cara alternatif untuk tetap terhubung—seperti mengikuti Anda di media sosial atau menerima lebih sedikit email—dapat bermanfaat. Namun, ini harus menjadi pilihan, bukan langkah tambahan yang mempersulit proses berhenti berlangganan.

6. Mintalah Umpan Balik, namun Tetap Opsional

Meskipun mengetahui alasan seseorang berhenti berlangganan sangatlah membantu, ini harus menjadi langkah opsional. Pengguna seharusnya dapat melewati ini jika mereka tidak tertarik untuk memberikan masukan.

7. Hapus Pesan Konfirmasi

Setelah proses berhenti berlangganan selesai, berikan pesan jelas yang menyatakan bahwa pengguna telah berhasil dihapus dari milis. Hal ini memberi mereka ketenangan pikiran bahwa mereka tidak akan menerima email lagi.

8. Uji Secara Teratur

Sama seperti bagaimana Anda menguji A/B proses berlangganan Anda, ujilah proses berhenti berlangganan Anda secara rutin untuk memastikan prosesnya semudah mungkin. Pastikan semua tautan berfungsi dan langkah-langkahnya intuitif.

9. Tetap Patuh

Yang terakhir, pastikan proses berhenti berlangganan Anda mematuhi hukum dan peraturan. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda yang besar dan kerusakan reputasi.

Pikiran Terakhir

Meskipun Anda mungkin enggan untuk memfasilitasi penghentian langganan, membuat prosesnya mudah adalah tanda merek yang terhormat dan dapat dipercaya. Ingat, jika seseorang ingin berhenti berlangganan, lebih baik berpisah secara baik-baik daripada meninggalkan pengalaman negatif. Proses berhenti berlangganan yang dirancang dengan baik bukan hanya UX yang bagus—tetapi juga praktik bisnis yang baik.



request full demo