Studi Kasus: Transformasi Digital Dinas Perhubungan Kapal melalui Aplikasi Web dan Mobile

ship transportation agency web mobile application

Ringkasan bisnis plan

Badan Transportasi Kapal (STA) terkemuka menyadari kebutuhan penting untuk memodernisasi operasi mereka guna meningkatkan efisiensi, pelacakan waktu nyata, pengalaman pelanggan, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Organisasi ini memutuskan untuk berinvestasi dalam strategi transformasi digital komprehensif yang mencakup pengembangan aplikasi web dan seluler. Studi kasus ini merinci implementasi aplikasi ini, fitur utama, hasil, dan pembelajaran.


Latar belakang

STA mengelola armada kapal kargo, feri, dan kapal laut lainnya yang luas. Sebelum adanya proyek ini, sebagian besar operasi dikelola menggunakan sistem lama dan proses manual, yang sering kali menyebabkan inefisiensi operasional dan pengalaman pelanggan di bawah standar.

Masalah yang Teridentifikasi:

  • Penjadwalan dan pelacakan kapal yang tidak efisien
  • Kurangnya pembaruan real-time untuk pelanggan
  • Belum adanya sistem terpusat dalam pengelolaan data
  • Saluran komunikasi yang tidak memadai antara berbagai departemen dan pemangku kepentingan

Larutan

Mitra Pembangunan

STA berkolaborasi dengan ParsBiz, agen pengembangan perangkat lunak terkemuka dengan pengalaman di bidang logistik maritim.

Teknologi yang Digunakan

  • Frontend: ReactJS untuk web, React Native untuk seluler
  • Bagian Belakang: NodeJS, MongoDB
  • Awan: AWS
  • API untuk integrasi pihak ketiga, seperti pembaruan cuaca dan pelacakan GPS

Fitur Utama

Aplikasi web:

  1. Dasbor untuk Tim Operasi : Pelacakan semua kapal secara real-time, metrik kinerja, dan penjadwalan.
  2. Portal Pelanggan : Memungkinkan pelanggan memesan layanan, melacak pengiriman, dan mengelola akun mereka.
  3. Modul Pelaporan : Pembuatan laporan operasional dan keuangan secara otomatis.

Aplikasi Seluler:

  1. Pelacakan GPS : Pelacakan pengiriman secara real-time.
  2. Pemberitahuan : Pemberitahuan push untuk peristiwa penting seperti keberangkatan kapal, kedatangan, dan penundaan apa pun.
  3. Pemesanan Seluler : Memungkinkan pemesanan layanan cepat dan mudah.

Penerapan

Proyek ini dibagi menjadi empat tahap:

  1. Penemuan dan Perencanaan : 3 bulan
  2. Pengembangan dan Pengujian : 6 bulan
  3. Penempatan : 1 bulan
  4. Dukungan dan Pemeliharaan Berkelanjutan

Hasil

Efisiensi operasional

  • Peningkatan 20% dalam pemanfaatan kapal
  • Pengurangan biaya operasional sebesar 15%.

Kepuasan pelanggan

  • Skor Net Promoter (NPS) meningkat dari 50 menjadi 80
  • Peningkatan pemesanan berulang sebesar 25%.

Keputusan Berdasarkan Data

  • Repositori data terpusat memungkinkan pengambilan keputusan secara real-time
  • Peningkatan komunikasi antar berbagai departemen dan pemangku kepentingan

Pelajaran yang Dipetik

  1. Pelatihan Pengguna Itu Penting : Baik tim internal maupun pengguna eksternal memerlukan pelatihan ekstensif agar terbiasa dengan sistem baru.
  2. Pengembangan Berulang : Pengembangan tangkas memungkinkan adanya umpan balik reguler dan perbaikan terus-menerus.
  3. Migrasi Data : Memigrasikan data dari sistem lama ternyata lebih menantang daripada yang diperkirakan serta memerlukan waktu dan sumber daya tambahan.

Kesimpulan

Transformasi digital STA melalui pengenalan aplikasi web dan seluler telah meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan secara drastis. Proyek ini merupakan bukti manfaat penerapan solusi digital dalam industri pelayaran dan logistik.